Selasa, 08 Februari 2011

pengertian kompresor

Pada dasarnya kompressor digunakan untuk mengatur dinamika daripada
sebuah instrument supaya menjadi lebih stabil. Saat kita bermain musik
misalnya drum, terkadang dipukulnya rada kuat dan terkadang rada lambat.
Atau juga saat singer menyanyi, tiba2 singer nyanyinya rada kencang
kemudian lembut lagi. Nah kompressor digunakan untuk membuat dinamika
menjadi lebih stabil dan ekspresinya tidak terlalu lebar. Dengan kata
lain kompressor prinsip kerjanya sama seperti fader. Terkadang agak
sulit untuk mengatur balancing expression dengan menggunakan fader,
tetapi ada juga Sound Engineernya yang lebih memilih menggunakan fader
daripada kompressor (tergantung selera masing2). Contohnya salah satu
mantan Sound Engineer Pynk Flloyd yang aku kenal, menggunakan fader
untuk mengatur dinamika vokalis daripada menggunakan kompressor. Biar
gampang orang2 sering menggunakan kompressor. Terkadang juga kita
mengkombinasikan antara kompressor dan fader. Ini kembali lagi ke
keputusan Sound Engineer.

Kompressor pada dasarnya terdiri atas
beberapa bagian:
1. Attack
2. Release
3. Ratio
4. Threshold
5. Ouput
6. Attenuation

ATTACK
Berapa cepat waktu yang dibutuhkan untuk mengaktifkan kompressor. Satuan yang digunakan
normalnya
adalah ms, tetapi ada juga yang menggunakan second. Kalo kita
mengeset
attack = 0ms artinya tidak ada attack karena sinyal yang
diterima
langsung dikompress. Kompressor dengan attack time 0ms membuat
sound
terasa tumpul karena tidak ada attack sama sekali. Kalo pengen
attack
lebih banyak maka perlambat attack time.

RELEASE
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengkompress sebelum melepaskan efek
kompressor
untuk kemudian mengkompress kembali. Kalo release time
terlalu
singkat maka sinyal belum dikompress dengan baik, eh udah
dilepas.
Akhirnya ntar bunynya seperti pumping (dipompa). Kalo release
time
terlalu lambat, sinyal bakalan udah terkompress kembali padahal
belum
dilepas. Jadi kita harus hati2 dalam mengkombinasikan antara
attack
dan release time. Satuan yang digunakan adlah ms atau sec.

RATIO
Perbandingan sinyal yang masuk dan keluar. Ratio dimulai dari 1:1 sampai unlimited.
1:1
berarti setiap kali sinyal melewati threshold sebanyak 1dB maka
outputnya
juga 1dB. Kalo ratio 2:1 berarti setiap kal sinyal melewati
threshold
sebanyak 2dB maka outputnya cuma 1dB (karena 2:1 ratio).
Semakin
tinggi ratio perbandingan akan membuat fungsi kompressor berubah

menjadi limiter. Saat ratio menyentuh angka 10:1 maka kompressor mulai
berubah
fungsi menjadi limiter. Makanya sering kita melihat plug ins
atau
outboard gear yang bertuliskan Compressor/Limiter. Jadi kalo kamu
pengen
menggunakan limiter tetapi tidak memiliki limiter maka boleh
menggunakan
kompressor sebagai limiter.

THRESHOLD
Level dimana kompressor mulai aktif. Level ini biasanya mulai dari 0dB sampai
dengan
unlimited. Kalo kita mengeset threshold pada posisi 0 artinya
kompressor
akan mulai bekerja saat sinyal menyentuh angka 0dB. Jadi kalo

sinyal baru menyentuh dibawah angka 0 maka kompressor tidak akan
bekerja.
Level daripada threshold tergantung daripada selera Sound
Engineer.
Semakin rendah levelnya maka semakin cepat pula kompressor
diaktifkan.

OUTPUT
Ini boleh dikatakan sebagai gain. Terkadang kita sudah menaikkan fader hingga maksimum tetapi sound terasa
masih kurang kencang. Kita dapat menggunakan output daripada kompressor
untuk menaikkan level volume biar lebih kencang.

ATTENUATION
Dinamakan juga Gain Reduction. Gain reduction berfungsi untuk melihat berapa dB
sinyal
yang telah terkompress setiap kali sinyal menyentuh threshold.
Semakin
tinggi dBnya berarti semakin banyak sinyal yang terkompress dan
suara
akan terasa semakin tergencet.

Bagaimana cara mengeset ATTACK - RELEASE - RATIO - THRESHOLD???
Tidak ada cara yang paten karena
semua ini kembali ke telinga kita masing2. Tetapi tips yang bisa
saya
bagikan dari pengalaman dan belajar selama ini ada beberapa:
FAST TEMPO = Fast Attack - Fast Release.
MEDIUM TEMPO = Medium Attack - Medium Release.
SLOW TEMPO = Slow Attack - Slow Release.

Tips ini tidak selamanya berfungsi untuk semua lagu oleh karena itu kita
harus
selalu menggunakan telinga kita. Untuk ratio, boleh dimulai dari
2:1
dan dari sana coba didengar apakah it sounds good atau perlu ratio
yang
lebih tinggi.

Mana yang harus diset lebih dahulu, apa ratio,
threshold, attack release??? Jawabannya IT'S UP TO YOU. Kalo kebiasaan
saya, saya suka mulai dari attack, release, ratio, dan threshold.
Kemudian didengar bunyinya dan pelan2 satu persatu mulai disesuaikan
dengan style lagu dan target akhir yang ingin dicapai.
Saat recording tidak mungkin terjadi over kompress kecuali kalo kita
mengirimkan
sinyal dari preamp masuk ke kompressor terus dikirim ke DAW.
Jadi
sinyal kompressor bakalan diprint di DAW. Sinyal yang sudah
terkompress
ini tidak bisa diubah lagi so you gotta watch out what you
are
doing here. Mengenai drumnya, mungkin karena MIDI makanya suara drum
terdengar rada aneh...sorry about that.

Biasanya di Audacity udah terdapat preset2. Ada baguanya menggunakan preset, terkadang cocok
dan terkadang tidak. Apakah salah menggunakan preset? Not at all. Saya
tahu
famous World Class Sound Engineer yang selalu menggunakan preset
and
it sounds good. Jadi semuanya kembali ke taste dan tehnik masing2
orang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar